Pondok Pesantren Al-Mujtama’ Menerangi Masyarakat dengan Nilai-Nilai Qur’ani


Tentang Kami
Pondok Pesantren Al-Mujtama’ didirikan pada 5 Rajab 1407 H / 1 Maret 1987 M oleh KH. Abdul Ghafur Syafiuddin, Lc. Berawal dari keprihatinan beliau terhadap kondisi Desa Plakpak, Pegantenan, Pamekasan, yang saat itu rawan kriminalitas dan jauh dari nilai syariah, beliau memilih menjadikan daerah ini sebagai ladang dakwah. Melalui pendirian rumah, teppas (gedung perjamuan), dan masjid, beliau menghidupkan pengajian kitab kuning, majelis ilmu, serta musyawarah masyarakat yang terorganisir dalam Remaja Masjid (Remas).
Kini, Al-Mujtama’ tumbuh menjadi pondok pesantren Al-Qur’an bagi masyarakat; tempat belajar, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Lembaga Pendidikan
Lembaga-Lembaga di Bawah Naungan Al-Mujtama’
$99
Pendidikan Dasar Islami
PAUD, TKA, TPA, MDA, dan SDI Al-Mujtama’ sebagai pondasi akhlak dan hafalan sejak usia dini.

$99
Pendidikan Menengah
MTs, SMP, dan SMK memadukan kurikulum umum dengan penguatan keislaman dan karakter.

$99
Pendidikan Aliyah & Tahfiz
MA Al-Mujtama’ menyiapkan generasi yang siap melanjutkan studi, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an.

$99
Perguruan Tinggi Keagamaan
STAI Al-Mujtama’ menjadi pusat pendalaman ilmu agama dan kaderisasi dai serta pendidik.

Kehidupan Santri
Membina Santri dalam Lingkungan yang Qur’ani


Pengasuh & Pendidik
Pembina Umat dan Pendidik yang Berdedikasi

KH. Abdul Ghafur Syafiuddin, Lc.
Pendiri & Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mujtama’
Ulama visioner yang merintis pesantren di Desa Plakpak dengan semangat menjadikan Al‑Qur’an sebagai dasar perubahan masyarakat dari gelapnya kemaksiatan menuju cahaya ilmu dan iman.
Ny. Hj. Khoiriyah Baqir

Dewan Pengasuh & Asatidz Al‑Mujtama’

Pengelola Lembaga Pendidikan Formal

Testimonial
Apa Kata Masyarakat Tentang Al-Mujtama’?

“Sejak anak kami belajar di Pondok Pesantren Al-Mujtama’, perubahan akhlak dan kedisiplinannya sangat terasa. Ia tidak hanya belajar ilmu agama dan Al-Qur’an, tetapi juga dibimbing untuk peduli kepada sesama dan aktif di kegiatan masjid.”
Wali Santri
Orang Tua Santri
